MAKASSAR - Universitas Indonesia Timur (UIT) terancam ditinggal pergi para dosen dan mahasiwanya, kondisi ini akan menimpah UIT bila segala permasalahan mengenai administrasi dan manajemen tidak dilakukan pembenahan oleh pihak yayasan, bahkan kondisi paling buruk yakni penutupan bisa jadi menimpa kampus hijau itu.
Pengamat Pendidkan, Hamzah Upu, mengungkapkan, bila pengelolah yayasan UIT tidak menginginkan kondisi buruk tersebut menimpa kampus yang dikelolahnya selama ini, maka yayasan mesti membenahi segera mungkin segala hal yang menjadi penyebab UIT dinonaktifkan. Sebab, menurut Hamzah, para mahasiswa bakal angkat kaki dan mencari universitas lain bila pihak yayasan tak kunjung melakukan perbaikan, begitu juga dengan para dosen. Apalagi yang menjadi sumber keuangan kampus swasta ada dipunggung mahasiswa, sehingga jika tidak ada lagi mahasiswa yang akan diajar maka sumber pemasukan tentu akan nihil.
“Ini keteledoran pengelolah yayasan, padahal sedari awal UIT sudah berulang kali diingatkan oleh Dikti melalui kopertis untuk melakukan pembenahan, hingga pada akhirnya UIT disanksi nonaktif oleh Dikti,” kata Hamzah.
Lebih jauh ia menjelaskan, resiko bila tak segera dilakukan pembenahan juga adalah gejolak yang muncul dari kalangan mahasiswa. Dimana, mahasiswa UIT, kata Hamzah, harus terus diredam emosinya oleh yayasan sebab sangat memungkinkan munculnya gejolak dari mereka bila status UIT tidak segera diubah, karena mahasiswa merasa nasib kemahasiswaaanya terkatung-katung.
”Pihak yayasan harus pintar-pintar membujuk mahasiswa, merangkulnya agar tidak bergejolak terkait masalah ini,” katanya.
Ia juga menilai, pihak kopertis mesti memberikan batas waktu kepada pihak kampus UIT untuk melakukan pembenahan, sebab jika tidak ditarget maka selamanya masalah “kampus abal-bala” akan tetap terjadi.
”UIT itu harus dideadline batas waktu pembenahannya, bila tidak bisa memenuhi maka kopertis harus memberikan sanksi tegas,” katanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpung Radar Makassar, beberapa dosen dan mahasiswa UIT sudah banyak yang memilih pindah di kampus lain, para dosen dari berbagai prodi ada yang pindah di kampus swasta lainnya, sementara mahasiswa selain memilih berhenti ada pula yang transfer ke kampus lainnya.
Terpisah, Rektor UIT, Prof Dr Baso Amang, mengaku pihak yayasan saat ini telah dalam proses pembenahan kampus, ia juga megatakan, kalau kopertis telah memberikan batas waktu untuk membenahi segala permasalahan di UIT. ”Kami ditarget bisa menyelesaikan semua permasalahan hingga akhir Oktober mendatang,” katanya.
Saat ini, kata Baso Amang, proses perekrutan dosen baru sementara berjalan, diharapkan pekan depan UIT sudah mendapatkan tambahan tenaga pengajar yang baru. Sebanyak 142 dosen yang akan direkrut UIT demi memenuhi kuota pengajar sesuai aturan perguruan tinggi swasta. “142 dosesn baru akan kita rekrut, masing-masing berasal dari prodi yang berbeda,” pungkasnya. (rah/raj)
10/09/2015
Universitas Indonesia Timur Terancam Ditutup
Tags
# HEADLINE
# HUKUM
# KAMPUS
# PENDIDIKAN
Share This
PENDIDIKAN
Label:
HEADLINE,
HUKUM,
KAMPUS,
PENDIDIKAN
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar