Sulsel Target Populasi Ternak Capai 1,6 Juta - Radar Online

Berbagi Berita Sulsel

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

1/11/2016

Sulsel Target Populasi Ternak Capai 1,6 Juta

SULSEL - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menargetkan jumlah populasi ternak sapi dan kerbau bisa mencapai 1,6 juta ekor.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel, Abdul Aziz, mengatakan selama tahun 2016 ini pihaknya menargetkan populasi ternak meningkat. "Tahun ini target kita 1,6 juta ekor sapi dan kerbau," ujar Aziz.

Menurut Aziz, ditahun 2016 ini, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel harus bisa melakukan peningkatan target jumlah populasi hingga 10,35 persen dari target tahun 2015 yang mencapai 1,45 juta ekor.  

Aziz menjelaskan, penetapan target ini merupakan bagian dari upaya untuk memenuhi target Pemprov Sulsel jangka panjang yang menarget jumlah populasi ternak bisa mencapai 2 juta ekor pada tahun 2018 mendatang.

"Target tersebut (populasi dua juta ekor ternak sapi dan kerbau) adalah target yang diinstruksikan oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, dalam rangka untuk mencapai swasembada pangan dalam hal ini daging," katanya.  

Aziz menambahkan, apabila target tahun 2016 ini dapat tercapai, ini berarti Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel telah mampu merealisasikan 80 persen dari total target tersebut.

Untuk mewujudkan target tersebut, dikatakannya, pihaknya akan fokus pada program inseminasi buatan, dan mencegah pemotongan sapi betina produktif.

Beberapa waktu yang lalu, Direktur Pakan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah mengapresiasi target "gila" populasi sapi Sulsel yang mencapai dua juta ekor pada tahun 2018.

"Ini program yang "gila", dan untuk mencapainya maka semua stakeholder harus bekerja sangat keras," kata Nasrullah, kemarin.

Ia optimistis target tersebut dapat tercapai, sepanjang pertumbuhan populasi sapi dapat dijaga minimal di atas sembilan persen per tahun. "Dengan total populasi sapi saat ini mencapai 1,3 juta ekor, target tersebut dapat tercapai jika pertumbuhan populasi minimal di atas sembilan persen," ujarnya.

Kepala Dinas Peternakan Sulawesi Selatan, Abdul Azis, mengatakan, target tersebut adalah target yang diinstruksikan oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, dalam rangka untuk mencapai Swasembada pangan dalam hal ini daging.

Yang menjadi kendala saat ini menurutnya adalah persentase pemotongan sapi betina di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang cukup tinggi sepanjang tahun 2014 mengancam target populasi sapi Sulsel yang mencapai dua juta ekor pada tahun 2018 mendatang.

"Dari data pemotongan hewan, pada tahun 2014 dari 101.590 ekor sapi yang dipotong, 76,3 persen atau lebih dari 77 ribu ekor diantaranya adalah sapi betina. Tingginya persentase pemotongan sapi betina ini dapat mengganggu capaian target populasi sapi di Sulsel," kata Azis.

Lebih jauh ia menjelaskan, target tersebut dapat tercapai jika pertumbuhan populasi Sapi di Sulsel mencapi sembilan persen per tahun. "Saat ini pertumbuhan populasi kita baru mencapai tujuh persen, tapi kita optimis bisa kita tingkatkan, " ujarnya.

Ia melanjutkan,  berbeda dengan sektor industri, peternakan merupakan industri biologis dengan Sapi betina produktif sebagai pabriknya. Sehingga ke depan, dikatakannya, pihaknya akan mendorong adanya Perda terkait aturan ini.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, menginstruksikan agar Dinas Peternakan dapat membuat agenda aksi untuk mengendalikan pemotongan sapi betina ini, sehingga target populasi sapi di sulsel bisa tercapai.

"Aturannya harus dibuat dengan jelas, seperti apa kriteria sapi yang tidak boleh dipotong, itu harus ditempelkan di setiap RPH (Rumah Pemotongan Hewan)," ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya upaya untuk memberikan solusi bagi para peternak terkait aturan ini. "Harus ada solusi, jangan hanya dilarang saja, karena ini terkait dengan kehidupan masyarakat," tutupnya. (opa/niz)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar