MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto (Danny) menerima aspirasi sopir, dan pengusaha Angkutan Kota (Angkot) Pete - Pete di Rumah Jabatan Wali Kota, Sabtu, (9/04).
Duduk satu meja bersama puluhan sopir dan pengusaha Angkot, Danny, didampingi Asisten I Bidang Pemerintahan, Sabri, membincangkan Smart Pete - Pete yang sempat menjadi isu hangat di kalangan sopir Pete - Pete."Ini kan (Smart Pete - Pete) persoalannya kita belum paham saja. Kehadiran kita di sini, duduk bersama supaya kita punya kesepahaman konsep tentang apa itu Smart Pete - Pete," ujar Danny. Sejak dilantik pada 11 Mei 2014 lalu, Danny selalu membuka pintu bagi siapa saja yang ingin berdialog dengannya ataupun sekedar bersilaturahmi.
Termasuk saat menerima puluhan sopir dan pemilik Pete - Pete di rumah jabatannya. Danny menjelaskan Smart Pete - Pete sebagai tawaran solusi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk melindungi warganya dari gempuran persaingan bebas di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Agar mampu bersaing, model Angkot di Makassar membutuhkan pembenahan yang dapat mengakomodir kenyamanan dan keamanan penumpang selama berkendara.
Smart Pete - Pete yang didesain oleh Wali Kota Danny Pomanto mengadaptasi konsep Pete - Pete yang selama ini beroperasi sembari melakukan pengembangan pada berbagai sisi.Desainnya menyerupai mini bus yang memuat enam sampai tujuh penumpang dengan posisi duduk ataupun berdiri. Smart Pete - Pete juga dilengkapi pendingin udara (AC) dan akses internet (Wifi). Angkutan umum model baru ini juga dilengkapi kotak khusus untuk menyimpan sayuran dan ikan sehingga tidak mengurangi kenyamanan penumpang selama perjalanan.
"Sementara kita telah pesan lima unit sebagai contoh atau prototipe," kata Danny. "Kepemilikan dan pengoperasian Smart Pete - Pete tetap diperuntukkan bagi sopir dan pemilik Pete - Pete yang ada saat ini," lanjut Danny. Data dari Dinas Perhubungan Kota Makassar dan Organda (Organisasi Angkutan Darat) Kota Makassar di tahun 2015 mencatat ada 4.113 jumlah izin yang dikeluarkan untuk Pete - Pete di Makassar yang melayani 14 trayek dengan jumlah sopir Pete - Pete mencapai 36.000 orang.
Kekhawatiran akan hilangnya mata pencaharian bagi sopir dan pemilik Pete - Pete dengan adanya Smart Pete - Pete menjadi tidak beralasan karena nantinya sopir dan pemilik Pete - Pete yang ada saat ini menjadi pelaku utama penggerak program Smart Pete - Pete. "Tidak ada yang dikorbankan dalam hal ini. Konsep ini dibuat untuk melindungi kita, yang menjadi pemilik dan mengoperasikan Smart Pete - Pete kita semua yang jumlahnya 4.113 sesuai izin yang telah diterbitkan," tegas Danny. Pemkot Makassar juga berupaya agar pemilik Pete - Pete yang akan beralih ke Smart Pete - Pete mendapatkan kemudahan dalam pengadaan.
"Selama ini kami khawatir akan kehilangan sumber penghasilan kalau Smart Pete - Pete ada namun kalau ini untuk kepentingan kita semua pasti kita dukung Pak wali kota," ungkap Nur Hasan, pemilik angkutan umum. Keberadaan Pete - Pete saat ini kian terancam dengan munculnya beragam alternatif angkutan umum baik roda dua maupun empat. Hal itu berdampak pada menurunnya penghasilan sopir Pete - Pete. Satu Pete - Pete di Makassar dioperasikan oleh sembilan sopir.
Smart Pete - Pete diharapkan Danny dapat memberikan solusi kesejahteraan bagi sopir dan pemilik tanpa mengesampingkan keamanan dan kenyamanan penumpang. Ketua Organda Makassar, Zaenal Abidin menuturkan akan mendukung langkah Wali Kota Danny Pomanto yang ingin melindungi nasib sopir dan pemilik Pete - Pete melalui kebijakannya.
"Kebijakan ini jika menguntungkan sopir dan pemilik Pete - Pete pasti kami dukung. Tinggal yang perlu kita diskusikan lebih lanjut bagaimana teknis pelaksanaannya," papar Zaenal Abidin. Jika konsep ini berjalan, Pemkot Makassar akan membuka komunikasi dengan pihak perbankan mengenai peluang mendapatkan kredit tanpa agunan bagi pemilik Pete - Pete untuk mendapatkan kemudahan bagi pengadaan Smart Pete - Pete. (zan/wan)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar